• September 27, 2021

Rahmat Gobel Wakil Rakyat Indonesia di Podium Bersejarah Pulau Singkep

 Rahmat Gobel Wakil Rakyat Indonesia di Podium Bersejarah Pulau Singkep

Kedatangannya menjadi kejutan bagi warga Kabupaten Lingga


Perjalanan selama dua hari H Rahmat Gobel ke Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau, memberi kesan yang mendalam bagi sebagian besar masyarakat Kabupaten Lingga, mulai dari mantan Bupati Lingga Alias Wello, hingga Bupati dan Wakil Bupati Lingga serta sejumlah orang penting di Lingga menyambut kedatangan tokoh Gorontalo ini.

Lama bergelut menjadi pengusaha sukses hingga level internasional, dengan melanjutkan usaha turunan dari Gobel Group yang dimulai oleh sang ayah Thayeb Mohammad Gobel mulai tahun 1954, membuat nama besar konglomerat Rahmat Gobel ini lebih dikenal sebagai pengusaha dan konglomerat ketimbang sebagai politisi.

Saya di Politik baru tiga tahun dan diberikan amanah menjadi wakil ketua DPR oleh ketua umum, setelah saya terpilih saya tidak lagi wakil rakyat Partai Nasdem, tapi menjadi wakil rakyat seluruh rakyat Indonesia

H. Rachmat Gobel di Bekas Perkantoran PT Timah

Jika melihat apa yang disampaikan oleh Wakil Ketua DPR RI ini, ada pesan yang mendalam yang sangat jarang disampaikan oleh anggota DPR RI atau wakil rakyat lainnnya ketika terpilih. Sosok lulusan Chuo University Tokyo Jepang ini menyadarkan bahwa semua anggota dewan yang terpilih adalah mewakili seluruh masyarakat Indonesia.

Partai hanyalah kendaraan, namun pemilihnya adalah seluruh masyarakat Indonesia.

Ramah Berbudaya

Ada kesan yang unik yang akan terpikirkan oleh orang-orang ketika menemui seorang konglomerat atau pengusaha sukses yang memiliki perusahaan hingga menebus level internasional. Kesan mewah sulit bergaul, dan terkesan sombong serta lainnya selalu melekat dengan orang-orang kaya dan berada dan memegang jabatan penting.

Tapi kesan itu berubah 180 derajat, ketika masyarakat Lingga menyapa wakil rakyat Indonesia ini. Tidak sedikitpun terlihat dari gaya bicara, berjalan dan menyapa orang-orang sekelilingnya wakil rakyat ini memang sangat telak disebut sebagai wakil Rakyat seluruh masyarakat Indonesia.

Gaya budaya dan bahasanya, serta gerak tingkahnya selama berada di Bunda tanah melayu, sangat merakyat berjalan dari satu tempat ketempat lainnya tanpa protokoler yang ketat, sehingga hampir semua orang dapat menyapanya.

“Kami baru tau kalau dia itu pengusaha ternama, dan orang sangat penting setelah baca berita tapi saat lihat orangnya seperti biasa-biasa saja, sangat ramah beda saat melihat di berita,” Ari salah satu pemuda di Kabupaten Lingga.

Sebagai wakil rakyat H Rahmat Gobel tidak terlihat sungkan untuk menyampaikan ide serta pendapat, tentang potensi pembangunan di Kabupaten Lingga, harapan dari berbagai kalangan masyarakat di Kabupaten Lingga dan Provinsi Kepri, selalu diresponnya dengan begitu serius mendengar satu-persatu usulan dan pertanyaan yang muncul.

Infografik Kunjungan Rachmat Gobel di Kabupaten Lingga

Profil Singkat

H Rahmat Gobel tidak asing lagi namanya terdengar di seantero nusantara, ada puluhan bahkan ratusan perusahaan yang pernah didirikannya, salah satunya yang sering terdengar adalah even Panasonic Gobel Award, salah satu benda teknologi yang hingga kini menjadi kebutuhan pokok masyarakat ditengah perkembangan teknologi saat ini.

Sebelum menduduki posisi strategis sebagai Wakil Ketua DPR RI, Rahmat Gobel sudah terlebih dahulu menjabat sebagai salah satu menteri di pemerintahan Joko Widodo, yaitu sebagai Menteri Perdagangan RI, meski tidak genap satu periode namun beberapa kebijakannya sangat menyentuh masyarakat dan sangat mencerminkan budaya Indonesia.

Diantaranya kebijakan yang sangat fenomenal yaitu terbitnya Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) nomor 6 tahun 2015 mengenai Pengendalian dan Pengawasan terhadap Pengadaan, Peredaran, dan Penjualan Minuman Beralkohol yang melarang penjualan minuman beralkohol di minimarket.

Kebijakan tersebut mendapat pro dan kontra bagi sebagian kalangan, karena nyaris merugikan pengusaha dibidang tersebut, namun kebijakan tersebut juga menjadi angin segar dan nilai positif bagi masyarakat Indonesia yang Pancasila, untuk Agamis dan Berbudaya.

Kemudian terbitnya Permendag Nomor 53 tahun 2015 tentang Ketentuan Impor Tekstil dan Produk Tekstil (TPT) Batik dan TPT Motof Batik yang bertujuan untuk melindungi impor batik. Permendag ini tentu saja sangat berkesan bagi pengusaha batik dan pelaku batik di Indonesia, serta masyarakat Indonesia sendiri, karena seluruh dunia mengetahui bahwa Batik sangat mendunia dan sangat layak mendapat perlindungan hukum.

Perjalanan singkat selama 10 bulan sebagai menteri tidak saja memberi pengalaman sebagai seorang Rahmat Gobel, tapi hal tersebut juga menjadi nilai sejarah yang sangat berkesan bagi anak-anak bangsa untuk mencintai budaya ditengah perkembangan teknologi saat ini.

Apa yang dibuat di Lingga

Video kegiatan Rachmat Gobel di Kabupaten Lingga

Kabupaten Lingga hanyalah kabupaten kecil dengan jumlah penduduknya hanya seratus ribu jiwa, dengan luas daratannya hanya satu persen dibanding luas lautnya. Namun dari kabupaten kecil ini, tidak sedikit peninggalan sejarah peradaban yang lahir dari kabupaten yang saat ini dijuluki sebagai Bunda Tanah Melayu.

Di jaman kerajaan, di Lingga sudah berpusat tepatnya di Kota Daik sebagai Negara Kesultanan Johor-Pahang-Riau-Lingga. Sultan Mahmud Syah II (1685 – 1699) adalah Sultan Johor-Riau-Lingga-Pahang atau kemaharajaan melayu yang ke-10, keturunan sultan-sultan Malaka yang mendirikan istana di Daik Lingga kini disebut sebagai Istana Damnah.

Kemudian di era menjelang kemerdekaan Republik Indonesia, Pulau Singkep yang kini menjadi bagian dari Kabupaten Lingga, dikenal sebagai Pulau Penghasil Timah dengan reputasi penambangan selama hampir dua abad (1812-1992). Masa kejayaan ini tidak hanya dikenal di kalangan Riau, namun sudah seantero dunia mengenal pulau Singkep sebagai salah satu penghasil bahan baku pembuat senjata ini.

Kejayaan perusahaan timah di Pulau Singkep tentu saja memberi kontribusi yang begitu besar bagi penghasilan negara, yang diserap melalui perusahaan BUMN dan disetorkan ke APBN dan digunakan untuk beberapa pembangunan di negara RI setelah porak poranda di masa penjajahan.

“Ada sesuatu yang membuat saya tertarik untuk datang ke Kabupaten Lingga, banyak potensi dan budaya yang ada di Lingga yang kami dapatkan,” ujar Rahmat Gobel.

Yang begitu menariknya lagi, tempat dimana Rahmat Gobel menyampaikan pidato singkatnya adalah tempat yang begitu bersejarah bagi kebangkitan ekonomi bangsa Indonesia dikala itu. Gedung tersebut merupakan pusat perkantoran PT Timah yang disulap seorang bupati putra daerah menjadi tempat yang super elit, mengembalikan sejarah historisnya.

Bahkan nama H Rahmat Gobel juga tercatat disalah satu gedung Kampus Politeknik Pertanian Lingga, dimana bangunan gedung tersebut sebelum direhab adalah tempat berkantornya para orang-orang besar perusahaan timah yang memberikan sumbangan tenaga dan pemikiran untuk bangsa Indonesia.

Fakta dari Kata Tokoh

Dikutip dari Republika.co.id menurut seorang Politisi Senior dan Tokoh Nasional Partai Golkar Fadel Muhammad mengakui ada aspirasi dari masyarakat Gorontalo untuk mendorong Wakil Ketua DPR Rahmat Gobel menjadi salah satu capres-cawapres.

H Rachmat Gobel saat berkunjung ke Daik Lingga

Menurut Fadel, ada peluang memasangkan Rahmat Gobel menjadi calon wakil presiden berpasangan dengan Airlangga Hartanto. Sebab, selama ini, masyarakat Indonesia masih percaya Presiden RI pasti orang Jawa.

“Kalau perlu kita nyelip di situ (Capres Airlangga). Pasangan Jawa-luar Jawa (Airlangga-Rahmat Gobel),” ujar Fadel.

Politisi senior dan juga mantan Bupati Lingga Alias Wello yang cukup dikenal dikalangan nasional ini, berpendapat H Rachmat Gobel sangat pantas memimpin Republik ini, karena memiliki pengalaman yang komplit, dari Konglomerat, Pengusaha Internasional, Birokrat pernah menjadi menteri dan kini menjadi politis di parlemen.

“Beliau itu adalah harapan Indonesia,” sebutnya.

Bupati Lingga Muhammad Nizar mengaku tidak mudah mendatangkan seorang Wakil Ketua DPR sekaliber Rahmat Gobel ke Kabupaten Lingga, selain padatnya kegiatan yang dijalani sebagai wakil rakyat namun sedikit mustahil seorang wakil ketua DPR RI mau berkunjung ke kabupaten yang penduduknya tidak banyak dan sangat jauh dari ibukota.

“Datang ke Lingga itu beliau melewati rintangan yang tidak mudah, karena sudah naik pesawat udara, setelah itu menempuh jalan darat, dan naik kapal lewat laut, tentu bukan medan yang mudah untuk sampai ke Lingga, tapi itu wakil rakyat seluruh masyarakat Indonesia,” ujar Muhammad Nizar.

Lokasi Kabupaten Lingga

Share via :

Related post