Nizar – Neko Membangun Ditengah Pandemi Menumbuhkan Ekonomi

Kabupaten Lingga dengan gelar sebagai Bunda Tanah Melayu, memiliki luas Wilayah seluas 45.456,7162 km2, yang terbagi dari luas lautan sebesar 43.338,9962 km2 dan daratan 2.117,72 km2, dengan 3 gugusan pulau besar yakni lingga, senayang, dan singkep, dan memiliki 604 pulau-pulau kecil.

Dikenal sebagai wilayah bekas pusat pemerintahan Kerajaan Riau – Lingga, Kabupaten Lingga berada ditegah-tengah perbatasan antara Provinsi Kepulauan Riau, Provinsi Jambi dan Provinsi Bangka Belitung.

Kabupaten Lingga berbatasan langsung dengan Pulau Batam dan Pulau Bintan, dan Secara administrative batas wilayah kabupaten lingga sebelah utara berbatasan dengan batam dan laut cina selatan. Sebelah selatan berbatasan dengan laut Bangka dan selat berhala, sebelah barat berbatasan dengan laut Indragiri dan sebelah timur berbatasan dengan laut cina selatan.

Pilkada 2020 yang berlangsung ditengah Pandemi COVID-19 yang melumpuhkan sebagian besar berbagai sector tersebut. Tidak menyurutkan keduanya untuk tetap mempertahankan berbagai prestasi dan peningkatan ekonomi di Kabupaten Lingga.

Sejak keduanya dilantik pada bulan Februari yang lalu, beragam prestasi dan progress pun telah di lakukan, termasuk melanjutkan Program unggulan yang pernah digaungkan melalui 4 Sektor pada kepemimpinan Awe-Nizar yang lalu.

Menjajal visi terwujudnya Kabupaten Lingga Sebagai Bunda Tanah Melayu yang Maju, Sejahtera, Agamis dan Berbudaya. Dan mewujudkan misi untuk meningkatkan kualitas SDM yang berakhlak, berbudaya, berdaya saing dan produktif, mempercepat pemerataan pembangunan infrastruktur dalam rangka peningkatan pertumbuhan ekonomi, percepatan pertumbuhan dan kegiatan perekonomian yang berbasis keunggulan daerah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta mengembangkan dan melestarikan khasanah budaya Melayu dan Nusantara untuk mewujudkan Bunda Tanah Melayu.

Membangun ditengah kondisi krisis kesehatan dan ekonomi yang mendunia, Bukan perkara mudah bagi setiap pemimpin di suatu negara dan daerah untuk keluar dari kondisi pandemi yang menahun lamanya.

Sosok pemimpin muda yang melekat pada Nizar-Neko yang memiliki semangat juang untuk bekerja dan membangun daerah agar lebih maju dan keluar dari kondisi pandemic COVID-19, beragam upaya untuk penanganan Covid-19 terus dilakukan sejalan dengan harapan masyarakat, bangsa dan negara, yang menjadi pekerjaan Bersama dari pemerintah pusat hingga daerah.

Untuk keluar dari zona-zona tidak aman dan meminimalisir pasien terkonfirmasi covid-19, ditengah melonjaknya kasus COVID-19 di berbagai duni, Nizar-Neko bergerak cepat menyediakan ruang isolasi, serta melakukan pembatasan tranportasi/mobilitas angkutan orang dan menggiatkan suksesnya program vaksinasi nasional untuk peningkatan imunitas.

Pelayanan Publik Kependudukan

Ditengah beban berat penanganan pandemi COVID-19 tersebut, tidak menyurutkan kepemimpinan Nizar-Neko untuk menciptakan pemerintahan yang good governance.

Dimana pelayanan administrasi kependudukan tetap mampu di sukseskan dengan berhasilnya melakukan pelayanan Perekaman wajib e ktp-elektronik dengan target 73.687, dan sudah terealisasi sebanyak 70.017. Percetakan Kartu Identitas dari target 73.687 orang, sudah terealisasi sebanyak 69.972, atau hampir 100 persen. Sebanyak 31.520 orang usia 0-18 tahun juga sudah memiliki akte kelahiran, dari target 32.267 akte kelahiran.

Sebanyak 22.960 anak dibawah 15 tahun kini memiliki kartu identitas anak. Yang lahir dari beragam Inovasi yang dibuat melalui Dinas kependudukan dan catatan sipil, Diantaranya KELAPA MUDA (Keliling Antar Pulau Mencetak Langsung Dokumen Administrasi kependudukan), RAMAH AKI SAKTI (Dari Rumah Tekad Kami Senyum Anda Semangat Kami) dan AKSI JEBOL (Akta Kelahiran Sistem Jemput Bola).

Perekonomian Perikanan

Pada sektor perikanan Nizar-Neko melanjutkan untuk mengubah pola pikir masyarakat nelayan tangkap menjadi budidaya. Dimana ditengah pandemic COVID-19 di Bidang Budidaya pada tahun 2020 yang lalu berhasil menambah 4 tambak dari 6 tambak yang sudah ada, yaitu di Desa Sedamai, resang, sungai buluh, penuba timur dengan tambak yang dilengkapi dengan alat ukur air.

Melalui pendirian Balai Benih Ikan di Desa Kote saat ini juga tersedia 13.500 bibit ikan lele dan nila, yang sedang dilakukan pembibitan. Diikuti dengan Perkembangan kelompok pembudidayaan Ikan (Pokdakan) yang sudah sampai pada target 10 kelompok ditahun 2021 ini, bahkan beberapa diantaranya sudah memiliki sertifikat CBIB (cara budidaya ikan yang baik).

Kelanjutan dari budidaya udang tambak Vanamei, juga mengalami peningkatan produksi yang signifikan dari tahun sebelumnya 7 ton dan meningkat menjadi 14 ton ditahun 2021 ini. Saat ini juga akan disiapkan laboratorium perikanan dan alat.

Dibidang Perikanan Tangkap saat ini, sudah berdiri bidang penguatan daya saing dan pemasaran yang nantinya fokus pada geliat pemasaran. Hal itu diikuti mempromosikan potensi Perikanan Kabupaten Lingga, ke beberapa investor perikanan.

Ekonomi Kreatif Pariwisata Budaya

Sebagai Bunda Tanah Melayu, Kabupaten Lingga tentunya tidak kalah bersaing dengan daerah lainnya di Provinsi Kepri maupun Provinsi Lainnya, Potensi Pariwisata meski ditengah Pandemi Masih Mampu menggapai prestasi-prestasi dibidang kepariwisataannya.

Di pertengahan tahun 2021 yang lalu Tudung Manto, Gasing dan Kain Celepok mendapat Sertifikat HAKI dari Kementerian Hukum dan HAM, dan Lingga menjadi Kabupaten/Kota yang paling unggul, dalam menerima sertifikat hak kekayaan intelektual (HAKI) Dengan mencatatkan 109 kekayaan intelektual komunal terdaftar di Kemenkumham yang terdiri dari 50 ekspresi budaya tradisional dan 59 pengetahuan tradisonal.

Pembangunan Manusia

Pada MTQ Provinsi Kepri tahun 2021 tadi Group Qasidah Rebana Kabupaten Lingga berhasil menyabet Juara 1 ditingkat Dewasa.

Dibidang pembinaan kepegawaian SDM Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Lingga cukup unggul dalam pengelolaannya, hal itu terbukti Pemerintah Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau menerima penghargaan peringkat pertama, Piagam Penghargaan Badan Kepegawaian Negara (BKN) Award 2021, Pemerintah Kabupaten Tipe C, atas pencapaian dalam penilaian kompetensi.

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) RI juga memberikan Anugerah Parahita Ekapraya (APE) Tahun 2020, Kategori Madya, Kepada Kabupaten Lingga yang diterima langsung oleh Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Lingga, di Jakarta Pada Bulan September 2021.

Kabupaten Lingga berhasil mempertahankan predikat sebagai Kota Layak Anak tahun 2021. Bahkan Dalam Setahun Tiga Penghargaan bergengsi berhasil diraih oleh Kabupaten Lingga, salah satunya sebagai Terbaik Pertama dalam Penyaluran Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik Semester I Tahun 2021 dari Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Tanjungpinang.

Kemudian Piagam Penghargaan untuk Bupati Lingga, sebagai Pembina Sastra Lisan di Kabupaten Lingga pada Konservasi Sastra Lisan Hikayat Nur Muhammad dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi RI dan piagam serta piala dari Kemen PPPA.

Kondisi Pandemi COVID-19 yang menguras begitu besar anggaran untuk pemulihan salah satunya dibidang kesehatan, bantuan langsung tunai, serta berbagai sector lainnya, untuk mampu bertahan dimasa pandemic dan pemulihan ekonomi serta kesejahteraan dimasa pandemi. Tidak membuat pemerintah Kabupaten Lingga vakum dalam pembangunan infrastruktur yang menjadi salah satu penopang kemajuan daerah dan mempermudah ketertarikan investasi masuk ke Kabupaten Lingga.

Beberapa rekonstruksi jalan berhasil ditingkatkan, diantaranya Peningkatan jalan rumah murah batu kacang Sepanjang 1792 m, di Desa Batu Kecang, Kecamatan Singkep, Peningkatan jalan Tanjung Bungsu di Desa resun pesisir kec. Lingga utara dengan panjang 880 m.

ADVETORIAL

Previous articleJelang Ramadhan 1443 H, Ketersediaan minyak goreng dan sembako di wilayah hukum Polres Lingga Mencukupi
Next articleBabinsa Koramil O5 Daik , Serka S Hutauruk Sambangi Warga Bagikan Masker.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here