• September 28, 2021

Marlin Bersama Expatriat Tanam Mangrove, Dukung Pengembangan Ekowisata

 Marlin Bersama Expatriat Tanam Mangrove, Dukung Pengembangan Ekowisata

Kota Batam – Wakil Gubernur Kepulauan Riau, Marlin Agustina, menjelaskan bahwa dari belasan ekspatriat yang meramaikan acara penanaman pohon mangrove di Ekowisata Pandang Tak Jemu, yakni di Kecamatan Nongsa, Kota Batam, Minggu (12/09/2021).

Sementara itu, Marlin Agustina mengatakan bahwa dalam acara bertajuk Mangrove Planting One Man One Tree tersebut, dihadiri juga oleh Istri Walikota/Kepala BP Batam, Muhammad Rudi ini pun menyambut baik kegiatan ini.

“Pengembangan wisata yang tetap memperhatikan kelestarian lingkungan menjadi tren positif saat ini. Karena perlu dukungan semua pihak untuk membantu pemerintah dalam upaya menjaga lingkungan dari kerusakan,” ujar salah satu wanita yang juga memimpin Dekranasda Kota Batam itu.

Tak hanya itu, bersama para warga negara asing yang bekerja di Batam, Marlin juga menanamkan pohon mangrove di kawasan ekowisata berbasis kemasyarakatan yang ada di Kampung Tua Bakau Serip tersebut.

Dalam kegiatan yang ditaja oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam bekerja sama dengan Batam Tourism Promotion Board tersebut.

Adapun Marlin menjelaskan bahwa juga memanfaatkan kesempatan ini untuk sedikit memaparkan tentang kebijakan-kebijakan yang ada di Pemerintah Provinsi Kepri terkait yakni ekosistem mangrove.

Selain itu, Ia juga akui banyak mangrove di Kepulauan Riau yang belum terkelola dengan baik, dan oleh karena itu menurutnya, hal ini perlu untuk meningkatkan kesadaran.

Lanjutnya, dalam keterlibatan tersebut, mudah-mudahan masyarakat dapat mengambil manfaat ekonomi tanpa merusak ekosistem mangrove yang ada.

“Saya juga ingin mengucapkan selamat kepada Desa Wisata Kampung Tua Bakau Serip ini yang sudah masuk 100 besar desa wisata Anugerah Desa Wisata Indonesia 2021,” ujar Marlin, Minggu.

Tak hanya itu, hal Ini juga dapat membuka mata kita, untuk menjaga dan mengelola desa agar bisa dikembangkan menjadi desa wisata seperti ini.

Lanjutnya, pada momen ini Marlin juga meminta kepada para pelaku wisata untuk bersabar dengan kondisi yang ada, hal ini disebabkan ada beberapa tempat wisata yang belum terkelola dengan baik.

Kemudian, Marlin juga meminta kepada pelaku wisata untuk yakin pada usaha pemerintah yang sedang berupaya membuka kembali wisata di Kota Batam dan Kepulauan Riau umumnya.

Dalam kegiatan penanaman mangrove di desa wisata ini juga disambut antusias para ekspatriat. Sebagian besar mereka datang ke lokasi dengan membawa serta keluarganya.

Yakni, anak-anak mereka pun terlihat riang bermain di udara terbuka dengan fasilitas yang ada di Ekowisata Pandang Tak Jemu tersebut.

“Ini baru pertama kali saya ikut kegiatan seperti ini di Batam. Saya rasa perlu untuk diadakan lebih sering,” ujar Perry, salah seorang peserta penanaman pohon, Minggu.

Selain itu, Perry juga menilai cukup banyak ekspatriat yang mengambil bagian karena orang di luar negeri umumnya lebih sadar akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan.

Sementara itu berdasarkan hasil pengamatannya di Kota Batam ini, kesadaran akan hal menjaga kelestarian ini masih dirasa kurang.

Sementara itu Ia juga menjelaskan bahwa keberadaan mangrove ini juga sangat penting, jika mangrove habis, untuk negara seperti Indonesia ini juga akan susah. Kalau tidak dibantu, maka lingkungan bisa jadi habis

“Orang di luar negeri lebih sadar akan itu. Saya lihat, di pulau sekitar sini banyak yang belum sadar mangrove itu penting sekali. Maka perlu upaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat,” tutup Perry.(Indra)

Share via :

Related post