Kalibrasi Segitiga Swasiwa Alias Wello (Part 1)

“Sesuatu yang tertulis lagikan di langgar apalagi yang tidak tertulis.” (Alias Wello – 26 Juli 2022)

PART 1 – Menghulu dari titik terendah

Kalibrasi dalam sebuah definisi merupakan perumusan akhir untuk menyempurnakan ukuran rumusan-rumusan atau konsep-konsep yang telah dibuat agar ditingkatkan ke level yang lebih tinggi dalam ilmu matematika bisnis, tahapan ini dilakukan untuk memastikan agar konsep tersebut benar-benar nyata dan naik level.

Atau dalam istilah laboratorium industry kalibrasi merupakan kegiatan penetapan nilai kebenaran dan pengecekan serta pengaturan akurasi dari alat ukur dengan standar nasional dan/atau standar internasional.

Dengan kemampuan Swasiwa (otodidak) sosok keturunan Bugis yang lahir di tanah melayu ini telah membuat beberapa rumusan, yang kemudian menjadi kenyataan dalam tiga konsep yang menjadi segitiga penting untuk di pelajari oleh generasi muda masa kini, yaitu rumusan dalam mengkombinasikan Ekonomi, Politik dan Pendidikan untuk di teruskan.

Terlahir dari keluarga seorang petani, Alias Wello bukan seorang akademisi yang menorehkan prestasi luar biasa saat duduk di bangku sekolah, tapi perjuangan tanpa hentinya sebagai pelaut sejati yang begitu melekat dalam dirinya, menjadikannya mandiri untuk membuat berbagai rumusan kehidupan yang saat ini telahpun menampakan hasil yang dinikmati oleh banyak generasi dibawahnya khususnya di bumi bekas kerajaan Riau-Lingga pernah berdiri.

Berawal dari pekerja serabutan di perusahaan pengolahan kayu yang menduduki jabatan sebagai krani (bagian administrasi) disebuah perusahaan pengolahan kayu mentah, Pria yang menamatkan pendidikan sarjananya di Kota Pelajar Yogyakarta ini, tidak gengsi untuk bekejar menjadi kuli atau anak buah di perusahaan kayu tersebut.

Tapi dengan ketekunannya berhasil dengan sukses menjadi leader di perusahaan tersebut, hingga menjadi nahkoda dari bisnis tersebut. Terganjal berbagai persoalan hukum. Karena pemerintah mulai memperketat pengelolaan sumber daya alam, salah satunya hasil hutan, membuat bisnis ini menjadi meredup dan banyak pengusahanya yang gulung tikar.

Hidup tidak sebatas hidup, bekerja tidak asal bekerja sebuah prinsip yang ditanamkan, mengantarkannya banting stir menjadi salah satu kontraktor, menumpang pengharapan dari proyek-proyek pemerintah dimasa banyaknya proyek-proyek pemerintah mulai masuk ke Provinsi Riau pasca undang-undang otonomi daerah berlaku setelah tumbangnya Orde Baru.

Bersentuhan dengan orang-orang berdasi, tidak cukup mengandalkan strategi manajemen bisnis yang baik, namun dibutuhkan kemampuan politik yang extraordinary hingga mengantarkannya menjajal dunia Politik dan mulai menjarah masuk kedalam struktur Partai Politik yang saat itu paling berkuasa, yaitu Partai Golongan Karya (Golkar).

Tentu untuk menjadi extraordinary di bidang Politik harus memiliki rumusan tersendiri yang nantinya dikalibrasi sehingga mampu finish diawal dan menciptakan goal indah yang berbuah kemenangan.

Seperti yang ditulis Bruce Newman (1994) dalam buku The Marketing of The President : Political Marketing as Campaign Startegy bahwa ilmu atau strategy marketing dalam bisnis sangat dibutuhkan dalam politik masa kini, dengan menggunakan prinsip-prinsip marketing research, market segmentation, targeting, positioning, strategy dvelopment, dan implementation.

Konsep tersebut benar-benar dimaksimalkan lulusan salah satu perguruan tinggi di Yogyakarta ini, saat terjun ke dunia politik.

Tidak lupa dalam perjalanan tersebut, aktif di berbagai organisasi masa terbesar di Indonesia juga menjadi modal untuk melatih diri menjadi leader dalam memimpin sebuah kelompok politik maupun bisnis.

Berganti Partai dan Kembali ke Kampung halaman mengatarkannya sukses membuat goal, menjadi legislator handal yang mampu menduduki kursi nomor 1 di DPRD Kabupaten Lingga, yang pada waktu itu baru dilahirkan menjadi daerah otonomi baru, buah dari pemekaran Provinsi Kepulauan Riau yang berpisah dengan Provinsi Riau.

Tidak ingin dikecam hanya menjadikan politik sebagai pekerjaan baru atau profesi baru, menjadikannya hanya betah duduk satu priode di kursi ketua DPRD Lingga, dengan meninggalkan berbagai polemik yang akan menjadi catatan sejarah di Bunda Tanah Melayu.

Periode berikutnya, absen dari dunia politik perpartaian dan tidak mencalonkan diri menjadi anggota DPRD maupun jabatan politik lainnya, dan memilih untuk terjun ke dunia Bisnis dengan tantangan yang lebih besar dengan kembali merantau ke kampung orang, menjajal bisnis para miliarderpun sukses dijalaninya.

Dengan rumusan khasnya perusahaan yang dipimpinnya mampu menjadi perusahaan pertambangan yang begitu dikenal dan mengantarkannya menjadi pengusaha yang diperhitungkan banyak kalangan bisnis dan pemerintahan di level nasional maupun internasional.

Seorang komedian ternama dari Amerika Serikat Groucho Marx pernah berkata “Politik adalah seni mencari masalah, menemukannya di mana-mana, mendiagnosisnya secara salah, dan menerapkan solusi yang salah.”

Sebuah logika berpikir yang tidak dapat diprediksi oleh siapapun itulah ciri khas yang menjadi seni dalam sukses berkarirnya. Konsep berfikir yang mirip dengan proklamator Bung Karno, sang orator sejati yang mencintai sastra puisi ini, malang melintang di dunia politik, bisnis, dan sangat mudah terpilih dengan mulus mendapat kursi orang nomor satu di kampung halaman.

Menjadi nomor satu di Legislatif, menjadi nomor di Eksekutif, sudah pernah terlampai, Sedikit mengingat Filosofi Zhang He alias Haji Shams atau dikenal dengan Laksamana Cheng Ho, sang kapten kapal sejati yang memiliki ilmu diplomasi tinggi, sehingga berhasil menaklukan banyak bagian negeri di Asia hingga Eropa.

Dunia bisnis, poilitik dan birokrasi tentu memiliki perbedaan dan banyak juga persamaan, namun hal itu harus dimulai dengan membuat konsep membangun yang ditorehkan dengan gelar Magister Pemerintahan terbaik, dari Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN).

Dunia pendidikan begitu penting, untuk membuat komplit dari beragam sisi kehidupannya. Seorang Bupati dari Timur pernah berucap, masyarakat akan marah ketika dua hal tidak dapat terpenuhi yaitu Pendidikan dan Kesehatan.

Selama menjadi Bupati beragam program pendidikan untuk masyarakat dijalankannya untuk dapat menularkan segala pengalaman yang pernah dijalaninya agar masyarakatnya sukses di dunia pendidikan, yang nantinya akan menjadi cikal bakal sumber daya manusia di bidang kesehatan dan bidang usahawan.

Tidak puas sampai disitu, setelah tidak lagi aktif menjadi pejabat negeri, sebuah pondasi pun coba di pancangkan agar anak negeri tempat kelahiran menjadi generasi yang handal dan dikenal. Banyak diragukan banyak orang, tapi Kun Fayakun “Apa yang dikehendaki oleh Allah yang ingin terjadi maka terjadilah.

Sebuah politeknik pertanian, pada awal tahun 2022 mulai berdiri di tengah gedung bekas perkantoran timah, yang belasan tahun tidak diurus kini menjadi bangunan megah Ikon Kota yang pernah dikenal hingga ke seantero dunia, karena hasil bijih timahnya.

Tentu tulisan ini akan bersambung, bagaimana sebuah rumusan di Kalibrasi sehingga menjadi sukses dengan model-model pemikiran dari seorang Alias Wello, dengan membangun tiga bidang “Politik, Pendidikan, Ekonomi”

Previous articleBabinsa Desa Sungai Besar Serma Maruli Tua Rumahorbo Silaturahmi Ke Pesantren Al-Islamiyah.
Next articleNeko wesha pawelloy tinjau lokasi pengerukan Sungai Dua Desa Singkep barat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here