• October 19, 2021

Amsakar Hadiri Pelantikan Alumni Fisipol Unrika, dan Ini Pesannya

 Amsakar Hadiri Pelantikan Alumni Fisipol Unrika, dan Ini Pesannya

Kota Batam – Wakil Wali Kota Batam Amsakar Achmad, menghadiri acara pelantikan Ikatan Keluarga Alumni Fisipol Unrika Batam di Kampus Unrika.
Menurut Amsakar bahwa pergantian kepengurusan yakni dalam sebuah organisasi adalah hal yang lazim.

Tidak hanya itu, Poinnya, menurut Amsakar, seluruh alumni harus terlibat aktif dalam mewujudkan Fisipol Unrika yang tetap dapat berkontribusi bagi pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM).

“Kita berharap fakultas ini tetap bisa melahirkan SDM yang mumpuni. Bisa berkiprah di berbagai tempat dan alhamdulillah ini sudah terwujud dan harus terus ditingkatkan,” ujar Amsakar, Senin (27/09/2021).

Kemudian Amsakar pernah menjadi dosen, Amsakar memang kerap dikenal sebagai pejabat yang dekat dengan dunia akademik. Tidak heran, Amsakar mengaku bernostalgia saat hadir dalam kegiatan ini.

Bahkan, Amsakar terlibat dalam pembentukan Fisipol Unrika Batam dan menjadi pernah menjadi Dekan pada fakultas tersebut.

“Beberapa waktu lalu saya di podcast bersama rektor di Podcast Unrika. Saya juga sempat membaca puisi di Radio Unrika. Artinya, perkembangan Unrika ini cukup bagus,” ujar Amsakar.

Lanjutnya, teruslah bergerak dan tetap berkontribusi bagi pengembangan SDM dan kami juga berterimakasih atas kontribusi yang diberikan Unrika selama ini.

Selain itu, Amsakar juga menilai bahwa, pengembangan kualitas SDM ini juga merupakan salah satu hal yang sangat penting. Ia kerap mengatakan, jika masu berhasil di dunia jawabannya adalah pendidikan.

“Kita berharap dengan adanya pengembangan kualitas SDM ini dapat bermanfaat, yakni begitupun jika ingin berhasil di akhirat, jawabannya juga pendidikan,” ujar Amsakar.

Lanjutnya, bukan kebetulan jika ayat dalam Al-Qur’an yang pertama kali turun adalah perintah membaca (iqra). Kemudian, pada pertengahan kitab suci umat islam ini disebutkan Allah SWT akan mengangkat derajat orang yang berilmu pengetahuan beberapa derajat.

“Saya sekarang juga masih kuliah. Kita jangan pernah berhenti dalam melakukan mengembangkan kapasitas SDM itu,” tegas Amsakar.

Tidak hanya itu,ia mengungkapkan, tingkat pendidikan merupakan salah satu parameter dalam Indeks Pembangunan Manusia (IPM) atau Human Development Index (HDI).

Menurut Amsakar ada Dua lainnya yakni derjat kesehatan dan pendapatan perkapita, yang harus diperhatikan dalam program tersebut.

Konsep ini juga dikembangkan pada tahun 1990 oleh pemenang nobel India Amartya Sen dan seorang ekonom Pakistan Mahbub ul Haq.

Lanjutnya, serta dibantu oleh Gustav Ranis dari Yale University dan Lord Meghnad Desai dari London School of Economics.

“Nah, sekarang ini menjadi parameter mengkategorikan apakah sebuah negara masuk negara maju atau berkembang,” ujar Amsakar.

Demi mewujudkan kualitas SDM yang mumpuni, hendaknya dilakukan bersama semua pihak. Dengan kata lain, dilakukan secara kolektif.

Menurutnya, belajar tidak semata-mata dilakoni oleh pelajar atau mahasiswa, bahkan alumni juga harus terus memboboti diri dengan ilmu-ilmu yang baru.

“Biasakan tradisi membaca buku. Ilmu pengetahuan berkembang sangat luar biasa. Era 4.0 sudah membuat jungkir balik peradaban, jika kita telat kita akan tertinggal,” ujar Amsakar.

Hal ini juga merupakan contoh yang baik, ia bercerita perihal satu buku yang pernah ia baca. Berjudul, The Four: DNA Rahasia Amazon, Apple, Facebook, dan Google yang ditulis Scott Galloway.

Hal ini juga bertujuan dari judulnya, buku jelas membahas 4 perusahaan teknologi yang kini berpengaruh di dunia.

“Terus kembangkan diri dan juga beradaptasi dengan perkembangan digital,” tutup Amsakar.(Indra)

Share via :

Related post